Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2008

"pilu"

Laut tampak gundah dengan riyaknya,,,
Gemercik demi gemercik berkumpul,,
Membentuk gulungan ombak kecil,,,
Yang siap menyapu laraku,,,

Namun sang langit berkata lain,,,
Tampak sedih dengan awan hitamnya,,
Bergulung perlahan mendekatiku,,,
Yang tak lama lagi menitikkan air matanya,,
Seolah menemani air mataku yang jatuh terlebih dahulu,,,,
Menemani gersangnya bumi,,,,

Pilu hati ini,,
Dahaga kasihmu yang menyiksa
Seolah enggan pergi menjauh dari dalam dada,,,,
Kenapa kau buat remuk redam hati terluka ini
Dengan sandiwara candamu
Semakin menyayat dalam luka hatiku,,,
Yang t’lah terlalu lama menunggu,,,
Setitik obat cinta darimu,,,

Mataharipun enggan menampakkan dirinya,,
‘tuk terangi gelapnya jiwa ini,,,
hingga mampu tertatih,,,
menerangi hatiku yang jauh terjatuh,,,
laksana dasar samudera,,
yang tak akan pernah engkau pahami,,,,

Sabtu, 18 Oktober 2008

"Cinta" dan "luka"

Cinta,,,,
dan luka,,,
Jika cinta itu indah,,,
kenapa luka membuat terperangah,,,
Jika cinta itu bahagia,,,
kenapa luka membuat tersiksa,,
Jika cinta itu bisa membuat hati berbunga,,,
kenapa luka membuat hati meredup,,,
kaku membiru,,,

cinta dan luka berbeda dimensi,,
namun luka sering datang menghampiri,,
hingga membuat cinta mati,,,

cinta seakan menjauh,,,
identik dengan luka yang semakin menyatu,,,
cinta dan luka enggan bersatu,,,

hingga cinta dan luka,,,
berada dalam kubus baja,,,
tiada udara yang membahana,,,
cahayapun enggan menyinarinya,,,
dengan sunyinya hidup,,,
tak ada yang mampu,,,
membuat cinta dan luka menyatu,,,